Jakarta, 8 Mei 2026 – Menteri Koperasi dan UKM melakukan pertemuan dengan Rizieq Shihab untuk membahas penguatan ekonomi berbasis pesantren melalui pengembangan koperasi pondok pesantren atau kopontren. Pertemuan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai kebersamaan dan semangat Pancasila.
Dalam diskusi tersebut, pemerintah menyoroti potensi besar pondok pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain menjadi lembaga pendidikan keagamaan, pesantren dinilai memiliki jaringan sosial kuat yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi produktif di berbagai daerah.
Menteri Koperasi menegaskan bahwa kopontren memiliki peluang besar untuk berkembang di sektor perdagangan, pertanian, hingga usaha mikro dan menengah. Dengan dukungan manajemen modern dan akses pembiayaan yang baik, koperasi pesantren diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pertemuan itu juga membahas pentingnya membangun sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil. Konsep ekonomi Pancasila disebut relevan dalam memperkuat semangat gotong royong, pemerataan, dan kemandirian ekonomi nasional di tengah tantangan global saat ini.
Habib Rizieq dalam kesempatan tersebut dikabarkan menyambut baik dorongan penguatan ekonomi pesantren. Ia menilai pondok pesantren memiliki peran penting dalam membangun kemandirian umat sekaligus menciptakan generasi yang tidak hanya kuat secara agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Pemerintah berharap kolaborasi dengan berbagai tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan dapat mempercepat pengembangan koperasi di lingkungan pesantren. Langkah tersebut dinilai mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal berbasis komunitas.
Pengamat ekonomi syariah menilai pesantren memang memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan ekonomi rakyat. Dengan jumlah santri dan jaringan yang luas, pesantren dapat menjadi motor penggerak usaha produktif apabila didukung kebijakan dan pendampingan yang tepat.
Penguatan kopontren kini menjadi salah satu fokus dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Pemerintah berharap model usaha berbasis koperasi dan nilai kebersamaan dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput.