Jakarta, 4 Juni 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan mampu menjangkau hingga 85 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, program tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 3 juta lapangan pekerjaan baru yang tersebar di berbagai sektor pendukung.
Menurut Prabowo, MBG tidak hanya dirancang sebagai program pemenuhan gizi nasional, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang melibatkan banyak pihak. Pelaksanaan program membutuhkan dukungan dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, logistik, pengolahan makanan, hingga tenaga kerja di tingkat daerah. Keterlibatan berbagai sektor tersebut diyakini akan menciptakan efek ekonomi yang luas dan berkelanjutan.
Pemerintah menilai bahwa kebutuhan penyediaan makanan bergizi dalam jumlah besar akan membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, koperasi, dan pemasok bahan pangan lokal. Dengan meningkatnya permintaan terhadap berbagai komoditas pangan, petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lainnya diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung dari program tersebut. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain dampak ekonomi, MBG juga diproyeksikan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah berharap peningkatan akses terhadap makanan bergizi dapat membantu mengurangi masalah gizi, mendukung pertumbuhan anak, serta meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda. Program ini menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih produktif dan berdaya saing di masa depan.
Dengan target menjangkau 85 juta penerima manfaat dan menciptakan jutaan lapangan kerja, MBG disebut sebagai salah satu program sosial-ekonomi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah. Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan program akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui pelaksanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat perekonomian nasional.