Jakarta, 6 Oktober 2026 –
Ole Romeny menghadirkan momen emosional setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mempersembahkan keberhasilan tersebut kepada Marselino Ferdinan. Penyerang berusia 26 tahun itu membawa dan membentangkan jersey Timnas Indonesia bernomor punggung tujuh milik Marselino saat perayaan kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Marselino tidak masuk skuad Garuda pada turnamen tersebut karena masih menjalani pemulihan cedera. Meski tidak berada di lapangan, Ole menilai Marselino tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan dirinya bersama Timnas Indonesia. Kedekatan keduanya membuat Ole sengaja menyiapkan jersey tersebut untuk dibawa dalam pertandingan final.
Timnas Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga pertandingan melewati babak perpanjangan waktu. Kemenangan tersebut membuat skuad asuhan John Herdman mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri yang memenuhi SUGBK. Ketika para pemain merayakan keberhasilan tersebut, Ole terlihat mengangkat jersey Marselino dan membawanya berkeliling lapangan. Gestur itu langsung menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam pesta juara Garuda.
Ole menjelaskan bahwa tindakannya tersebut didasari hubungan dekat yang telah terbangun dengan Marselino. Baginya, Marselino bukan hanya rekan dalam sepak bola, melainkan sudah dianggap seperti saudara sendiri. Marselino disebut telah berada di dekat Ole sejak masa awal penyerang tersebut menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia. Karena alasan itulah, ketika Garuda berhasil mendapatkan trofi, Ole merasa perlu membawa Marselino ke dalam momen bersejarah tersebut meskipun secara simbolis. Gelar juara itu dinilai tidak hanya menjadi milik pemain yang tampil di turnamen, tetapi juga mereka yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan tim.
Hubungan Ole dan Marselino sebelumnya juga terjalin ketika keduanya sama-sama menjadi bagian dari Oxford United. Marselino bergabung lebih dahulu pada Agustus 2024, sedangkan Ole menyusul pada Januari 2025. Kebersamaan tersebut kemudian berlanjut ketika keduanya memperkuat Timnas Indonesia dan membuat hubungan mereka semakin dekat. Salah satu momen penting terjadi pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bahrain pada Maret 2025. Ketika itu, umpan Marselino membantu Ole mencetak gol yang membawa Indonesia meraih kemenangan 1-0 di SUGBK.
Cedera membuat Marselino harus melewatkan FIFA ASEAN Cup 2026 dan menjalani proses pemulihan ketika rekan-rekannya berjuang di turnamen. Absennya pemain tersebut tidak membuat Ole melupakan kontribusi yang sebelumnya telah diberikan kepada tim nasional. Menurut Ole, keberhasilan sebuah tim tidak hanya dibentuk oleh pemain yang berada di lapangan dalam satu pertandingan atau turnamen tertentu. Pemain yang sebelumnya ikut membangun perjalanan dan kebersamaan skuad juga mempunyai bagian dalam pencapaian tersebut. Pandangan itu menjadi alasan kuat mengapa nama Marselino tetap dibawa dalam perayaan juara.
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri memiliki arti besar bagi Ole dan seluruh pemain Timnas Indonesia. Selain menjadi pencapaian penting bagi skuad Garuda, keberhasilan tersebut diraih melalui pertandingan final ketat melawan Thailand yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara. Dukungan besar suporter di SUGBK turut memberikan atmosfer khusus sepanjang pertandingan. Ole menggambarkan skuad dan pendukung Indonesia sebagai satu keluarga besar yang sama-sama merasakan kebanggaan atas keberhasilan tersebut. Baginya, mengenakan jersey Merah Putih selalu menghadirkan kebanggaan, terlebih ketika bermain di hadapan pendukung sendiri.
Gestur membawa jersey Marselino sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan personal di antara pemain dalam skuad Garuda. Kehadiran pemain dari berbagai latar belakang tidak menghalangi terbentuknya kedekatan ketika mereka mempunyai tujuan yang sama bersama Timnas Indonesia. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu unsur yang terus dibangun John Herdman sepanjang turnamen. Setelah menjalani perjalanan dari fase awal hingga pertandingan final, para pemain akhirnya mampu menuntaskan turnamen dengan trofi. Ole memilih menggunakan momentum itu untuk memastikan Marselino tetap menjadi bagian dari perayaan meskipun tidak dapat bermain karena cedera.
Bagi Marselino, penghormatan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusinya dalam perjalanan Timnas Indonesia sebelum FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara bagi Ole, membawa jersey sahabatnya merupakan cara untuk menunjukkan bahwa gelar tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pemain yang berada di lapangan ketika final berlangsung. Keberhasilan mengalahkan Thailand dan mengangkat trofi menjadi pencapaian kolektif yang melibatkan banyak pemain sepanjang perjalanan Garuda. Marselino kini masih memiliki tugas menyelesaikan pemulihan sebelum kembali ke lapangan dan bersaing mendapatkan tempat di tim nasional. Ketika momen tersebut tiba, kebersamaannya dengan Ole Romeny berpeluang kembali terlihat dalam pertandingan-pertandingan Indonesia berikutnya.