Jakarta, 8 Oktober 2026 –
Pablo Benua selaku kuasa hukum Sarwendah memberikan penjelasan mengenai polemik pemeriksaan kesehatan yang dikaitkan dengan pertemuan Ruben Onsu bersama anak-anaknya. Pablo menegaskan pemeriksaan kesehatan tersebut bukan syarat mutlak yang wajib dipenuhi Ruben sebelum bertemu kedua putrinya. Menurutnya, pemeriksaan itu lebih berupa anjuran yang disampaikan Sarwendah sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan dan kepentingan anak. Karena sifatnya anjuran, keputusan menjalani pemeriksaan tetap berada di tangan Ruben. Pernyataan tersebut sekaligus dimaksudkan untuk meluruskan anggapan bahwa akses Ruben kepada anak dibatasi oleh persyaratan medis.
Pablo menyampaikan penjelasan tersebut melalui konten media sosialnya pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia menegaskan sejak awal pemeriksaan kesehatan tidak ditempatkan sebagai kewajiban utama. Ruben disebut dapat menjalani pemeriksaan apabila bersedia, tetapi tidak diwajibkan melakukannya hanya untuk memperoleh akses bertemu anak. Pablo bahkan menyatakan dirinya akan menentang apabila pemeriksaan kesehatan benar-benar dijadikan syarat mutlak. Menurutnya, hubungan seorang ayah dengan anak tidak seharusnya dipersulit oleh persyaratan yang tidak pernah disepakati sebelumnya.
Pembicaraan mengenai pemeriksaan kesehatan sebelumnya muncul di tengah persoalan komunikasi antara Ruben dan Sarwendah setelah perceraian. Pihak Sarwendah sempat menyampaikan adanya pertimbangan kesehatan yang dinilai sensitif sehingga tidak dapat dijelaskan secara terbuka kepada publik. Atas dasar kekhawatiran tersebut, pemeriksaan kesehatan disarankan sebagai langkah kehati-hatian. Namun, detail mengenai kondisi kesehatan yang dimaksud tidak dibuka karena dinilai menyangkut informasi pribadi. Pablo meminta persoalan tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi mengenai kondisi medis seseorang.
Pihak Sarwendah juga sebelumnya menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut tidak dimaksudkan sebagai cara untuk menghalangi Ruben bertemu anak-anak. Fokus utama yang disampaikan adalah memastikan kepentingan serta keselamatan anak tetap menjadi pertimbangan. Pemeriksaan bahkan tidak disebut harus dilakukan secara berkala dalam periode tertentu. Menurut penjelasan Pablo, yang diharapkan adalah adanya komunikasi dan itikad baik antara kedua pihak. Dengan demikian, persoalan kesehatan tidak semestinya menjadi hambatan permanen dalam hubungan ayah dan anak.
Di sisi lain, pihak Ruben sebelumnya mempertanyakan dasar munculnya pembicaraan mengenai pemeriksaan kesehatan tersebut. Kuasa hukum Ruben menyatakan ketentuan semacam itu tidak tercantum dalam kesepakatan yang dibuat setelah perceraian. Pihak Ruben juga menyoroti pentingnya akses seorang ayah untuk bertemu dan berinteraksi dengan anak-anaknya. Perbedaan pandangan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan terbuka antara kedua pihak. Karena itu, klarifikasi terbaru Pablo diarahkan untuk menegaskan bahwa pemeriksaan bukan sebuah kewajiban.
Pablo menyatakan dirinya sejak awal memprioritaskan hak Ruben sebagai ayah untuk dapat bertemu dan berkumpul dengan anak. Menurutnya, konflik antara mantan pasangan tidak seharusnya membuat hubungan anak dengan orang tuanya menjadi semakin sulit. Ia juga membuka kemungkinan menjadi pihak yang membantu menjembatani komunikasi antara Sarwendah dan Ruben. Penyelesaian melalui komunikasi dianggap lebih baik dibandingkan terus memperpanjang perdebatan di ruang publik. Kepentingan anak disebut harus ditempatkan sebagai pertimbangan utama.
Persoalan tersebut sebelumnya juga telah masuk dalam rangkaian pembahasan mengenai pengasuhan anak setelah perceraian Ruben dan Sarwendah. Kedua pihak pernah menjalani proses mediasi terkait persoalan hak asuh di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perbedaan pandangan mengenai komunikasi, pertemuan dengan anak, serta sejumlah persoalan lain kemudian beberapa kali muncul ke publik. Meski demikian, klaim yang disampaikan masing-masing pihak tetap perlu ditempatkan sebagai pernyataan mereka dalam perselisihan yang masih berkembang. Penyelesaian formal tetap mengikuti proses dan kesepakatan yang berlaku.
Klarifikasi Pablo Benua kini memperjelas posisi pihak Sarwendah mengenai pemeriksaan kesehatan Ruben Onsu. Pemeriksaan tersebut diklaim hanya sebagai anjuran dan bukan syarat wajib agar Ruben dapat bertemu kedua putrinya. Pablo juga menegaskan akses seorang ayah kepada anak tidak seharusnya dipersulit dengan ketentuan yang tidak pernah disepakati bersama. Komunikasi antara kedua pihak menjadi bagian penting untuk mengurangi konflik yang terus berkembang. Di tengah perbedaan tersebut, kepentingan dan privasi anak tetap menjadi aspek yang perlu dijaga dalam setiap langkah penyelesaian.