Jakarta, 4 Oktober 2026 – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tengah menyiapkan perubahan besar terhadap sistem kompetisi tim nasional melalui rancangan AFC Nations League. Berdasarkan proposal yang beredar, kompetisi dua tahunan tersebut akan diintegrasikan dengan jalur kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. AFC sebelumnya memang telah mengonfirmasi rencana menghadirkan Nations League, tetapi rincian terbaru mengenai format dan integrasinya masih berupa rancangan yang harus difinalisasi. Jika diterapkan, perubahan ini akan mengubah secara signifikan perjalanan negara-negara Asia menuju dua turnamen utama tersebut.
Rancangan terbaru membagi 47 anggota AFC ke dalam tiga tingkat. Tier 1 dan Tier 2 masing-masing direncanakan berisi 18 negara, sedangkan Tier 3 ditempati 11 negara. Sistem promosi dan degradasi akan diterapkan sehingga negara dari tingkat bawah mempunyai kesempatan naik, sementara tim dengan hasil buruk dapat turun kasta. AFC juga disebut menyiapkan kompetisi percontohan pada 2028-2029 sebelum sistem penuh mulai diterapkan.
Perubahan terbesar dirancang terjadi pada edisi 2032-2033 yang terhubung dengan Kualifikasi Piala Dunia 2034. Sebanyak 18 negara di Tier 1 akan memainkan 12 pertandingan, terdiri atas enam laga kandang dan enam tandang. Enam tim teratas dirancang mendapatkan tiket langsung menuju Piala Dunia 2034, sementara penghuni posisi ketujuh hingga kesepuluh menjalani babak tambahan untuk memperebutkan dua tiket langsung lainnya. Satu tim berikutnya dari fase tersebut berpeluang melanjutkan perjuangan melalui playoff antarkonfederasi.
AFC Nations League juga dirancang menjadi bagian dari Kualifikasi Piala Asia. Dalam proposal saat ini, seluruh 18 peserta Tier 1 akan memperoleh tiket ke Piala Asia, ditambah enam tim terbaik dari Tier 2 sehingga menghasilkan 24 peserta. Delapan tim teratas Tier 1 selanjutnya juga akan maju ke fase gugur untuk memperebutkan gelar AFC Nations League. Dengan demikian, setiap pertandingan dapat memiliki dampak terhadap posisi divisi, tiket turnamen utama, sekaligus perebutan gelar Nations League.
Bagi Timnas Indonesia, format tersebut bisa membuka peluang sekaligus menghadirkan tantangan baru. Indonesia perlu berada di level kompetisi yang tepat agar mendapatkan jalur paling menguntungkan menuju Piala Dunia. Laporan yang beredar menyebut Indonesia saat ini belum berada dalam kelompok 18 besar Asia berdasarkan acuan peringkat FIFA terkini, sehingga belum dapat diasumsikan otomatis masuk Tier 1. Lebih penting lagi, rancangan terbaru menyebut penempatan awal tier berpotensi ditentukan melalui hasil kualifikasi gabungan pada fase percontohan, bukan semata-mata berdasarkan ranking FIFA.
Dari sisi kompetitif, sistem Nations League berpotensi memberikan keuntungan karena Indonesia akan mendapatkan pertandingan resmi yang lebih rutin dengan lawan relatif selevel. AFC sejak awal menjelaskan bahwa Nations League dirancang untuk memberikan kepastian kalender, meningkatkan kualitas pertandingan internasional, dan mengatasi kesulitan sebagian asosiasi anggota dalam mencari lawan pada FIFA Matchday. Sistem promosi juga memberikan jalur bagi negara yang berkembang untuk naik menghadapi lawan dengan level lebih tinggi. Namun, manfaat konkret bagi Indonesia tetap bergantung pada hasil pertandingan dan posisi yang diperoleh ketika sistem tersebut mulai diterapkan.
Karena format tersebut masih berada dalam tahap proposal, belum tepat menyatakan Indonesia sudah pasti diuntungkan ataupun ditempatkan dalam divisi tertentu. AFC masih harus memfinalisasi sejumlah aspek sebelum implementasi penuh, termasuk mekanisme penentuan tier, kalender, serta detail jalur kualifikasi. Jika rancangan berjalan sesuai rencana, fase percontohan 2028-2029 akan menjadi tahap penting sebelum AFC Nations League resmi memasuki siklus baru pada 2030 dan kemudian terhubung dengan Kualifikasi Piala Dunia 2034 pada 2032-2033. Bagi Timnas Indonesia, peningkatan performa dalam beberapa tahun mendatang akan menentukan seberapa besar peluang memanfaatkan sistem baru tersebut.