Jakarta, 7 Mei 2026 — Kebakaran besar melanda sebuah pusat perbelanjaan di dekat Teheran, Iran, dan menyebabkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tersebut terjadi di pusat perbelanjaan Arghavan yang berada di wilayah Andisheh, Provinsi Teheran. Api dilaporkan mulai berkobar pada Selasa waktu setempat dan dengan cepat membesar hingga menyelimuti gedung bertingkat itu dengan asap hitam pekat.
Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan melakukan evakuasi korban. Rekaman dari media lokal memperlihatkan petugas berjibaku mengendalikan kobaran api di tengah kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dari bangunan.
Layanan darurat Teheran menyebut selain korban meninggal, puluhan orang lainnya mengalami luka akibat insiden tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis. Beberapa korban diduga mengalami gangguan pernapasan akibat asap serta luka ketika proses evakuasi berlangsung.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kantor kejaksaan setempat disebut telah meminta investigasi menyeluruh untuk mengetahui kemungkinan adanya kelalaian atau pelanggaran terkait konstruksi dan sistem keamanan gedung.
Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian terhadap standar keselamatan bangunan publik di Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut beberapa kali mengalami kebakaran besar di pusat perbelanjaan maupun fasilitas umum yang menimbulkan korban jiwa.
Pengamat keselamatan publik menilai sistem pencegahan kebakaran dan kesiapan evakuasi di gedung komersial perlu diperkuat guna mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.
Meski terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, pihak berwenang menyatakan sejauh ini tidak ada indikasi bahwa kebakaran tersebut berkaitan dengan konflik internasional yang sedang