Jakarta, 10 Mei 2026 – Realisasi penyaluran kredit program untuk sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp2,23 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Capaian tersebut dinilai menunjukkan meningkatnya dukungan pembiayaan terhadap pelaku usaha perikanan, nelayan, hingga sektor budidaya di berbagai daerah Indonesia.
Pemerintah menyebut penyaluran kredit tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi maritim nasional sekaligus meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan. Pembiayaan digunakan untuk berbagai kebutuhan usaha, mulai dari modal kerja, pembelian alat tangkap, pengembangan budidaya, hingga pengolahan hasil laut.
Sektor perikanan dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional karena Indonesia merupakan negara maritim dengan sumber daya laut yang melimpah. Dukungan akses pembiayaan dianggap penting agar pelaku usaha kecil dan menengah di sektor ini mampu meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing.
Selain membantu peningkatan usaha, program kredit juga diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di tengah tantangan cuaca, biaya operasional, serta fluktuasi harga hasil tangkapan. Pemerintah terus mendorong perbankan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat pesisir.
Beberapa wilayah dengan aktivitas perikanan tinggi disebut menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran kredit tersebut. Sektor budidaya ikan air tawar, tambak udang, hingga pengolahan hasil laut tercatat menjadi bidang usaha yang mengalami pertumbuhan pembiayaan cukup signifikan.
Pengamat ekonomi maritim menilai peningkatan akses kredit dapat mempercepat modernisasi sektor kelautan dan perikanan nasional. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya pendampingan usaha agar pembiayaan yang disalurkan benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan tidak menimbulkan risiko kredit bermasalah.
Pemerintah berharap penyaluran kredit ke sektor kelautan dan perikanan terus meningkat sepanjang 2026 sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekspor hasil laut, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.