Jakarta, 26 Mei 2026 – Seekor sapi jumbo bernama “Mbah Soekarno” di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi perhatian masyarakat setelah terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha tahun ini. Sapi berbobot lebih dari satu ton tersebut menarik perhatian bukan hanya karena ukurannya yang besar, tetapi juga pola perawatan dan pakan unik yang diberikan oleh pemiliknya.
Pemilik sapi menyebut “Mbah Soekarno” mendapatkan perawatan khusus sejak masih kecil agar tumbuh sehat dan memiliki bobot besar. Selain rumput dan pakan hijauan, sapi tersebut disebut rutin diberi tambahan pakan khusus berupa campuran jagung, dedak, ampas tahu, hingga vitamin tertentu untuk menjaga kondisi tubuh dan meningkatkan berat badan secara alami. Perawatan intensif tersebut membuat sapi tampil lebih besar dibanding sapi kurban pada umumnya.
Nama “Mbah Soekarno” sendiri diberikan karena postur sapi yang besar dan dianggap memiliki karakter kuat serta berwibawa. Warga sekitar bahkan menjadikan sapi tersebut sebagai tontonan menjelang Idul Adha karena ukurannya yang tidak biasa. Banyak masyarakat datang untuk melihat langsung dan berfoto di sekitar kandang sapi jumbo tersebut setelah kabar terpilihnya sebagai sapi kurban Presiden menyebar luas.
Pemerintah daerah dan petugas peternakan sebelumnya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi tersebut sebelum dinyatakan layak menjadi hewan kurban Presiden. Selain memiliki bobot besar, kondisi kesehatan sapi disebut sangat baik dan memenuhi seluruh syarat kurban. Pemilihan sapi lokal berbobot jumbo juga disebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap peternak daerah dan pengembangan peternakan dalam negeri.
Program bantuan sapi kurban Presiden memang rutin dilakukan setiap tahun dengan memilih sapi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi bagian dari ibadah kurban, program tersebut juga bertujuan membantu ekonomi peternak lokal sekaligus mempromosikan kualitas peternakan nasional. Karena itu, sapi-sapi pilihan Presiden biasanya memiliki ukuran dan kualitas yang cukup istimewa dibanding sapi biasa.
Menjelang Idul Adha, keberadaan “Mbah Soekarno” diperkirakan masih akan terus menarik perhatian masyarakat di Kubu Raya. Warga berharap sapi jumbo tersebut dapat menjadi simbol kebanggaan peternakan lokal sekaligus membawa berkah bagi masyarakat penerima kurban pada hari raya nanti.